Assalamu'alaikum wr.wb
Salam sehat dan sejahtera untuk kita semua, semoga Allah selalu menjaga dan melindungi kita semua dan selalu dalam naungan nya dan selalu diberikan kesehatan dan ilmu yang bermanfa'at untuk kita semua Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.. Dan tak lupa juga sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar kita yaitu NABI MUHAMMAD SAW semoga kelak kita akan mendapatkan syafa'at nya beliau di Yaumil Akhir nanti Aamiin yra..
Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk membahas tentang Konfigurasi Samba Server di Debian.
Samba Overview
Samba adalah sebuah aplikasi yang menjembatani kompleksitas berbagai platform system operasi LINUX (UNIX) dengan mesin Windows yang dijalankan dalam suatu jaringan komputer. Samba merupakan aplikasi dari UNIX dan LINUX, Yang dikenal sebagai SMB (Service Message Block) protocol untuk menciptakan protocol client/server. Dengan protokol samba memungkinkan Server Linux untuk berkomunikasi dengan client yang menggunakan OS Windows dalam satu jaringan.
Samba menggunakan protokol SMB (Service Message Block) yaitu protokol komunikasi data yang juga digunakan oleh Microsoft untuk menampilkan fungsi client-server yang menyediakan sharing file dan tugas-tugas lainya.
Fungsi Samba Server
Samba berfungsi untuk menjembatani transfer/sharing file antara mesin Linux dengan Windows berbasis client/server, Dan sebagai software banyak hal yang dapat dilakukan nya.
Oke dari pada lama-lama, mending kita let's config ;
Authentikasi User
=> Oke pertama pastikan Network nya terlebih dahulu. Seperti pada gambar dibawah ini.
=> Kemudian, kita bisa Install Paket samba nya seperti berikut.
=> Lalu, kita disini diperintahkan untuk memasukkan DVD-Binary 1. Kemudian kalau sudah kita enter dan tunggu proses penginstalan selesai.
=> Setelah paket samba terinstall, Selanjutnya kita masuk ke file /etc/samba/. Disini kita akan Backup dulu File Bawaan dari samba nya untuk berjaga-jaga.
=> Setelah file kita backup masuk ke file smb.conf nya kemudian kita tambahkan script berikut.
Penjelasan
- [network-samba] > Tampilan nama file sharing ketika diakses client.
- path > Direktori default ketika samba diakses oleh client.
- browseable > Merupakan Permissions user untuk melihat dan melakukan browsing data samba.
- writeable > Merupakan Permissions user untuk mengedit atau menambahkan data.
- valid users > Daftar nama user yang diizinkan untuk mengakses samba.
- guest ok > Permissions untuk user guest atau anonymous.
=> Selanjutnya kita tambahkan user's home directory dengan options -m dan options -d untuk home directory akun baru. dan ditambahkan pada user network.
=> Kemudian kita bisa create user tersebut dengan perintah smbpasswd -a network options -a disini yang berarti add user.
=> Setiap kita memodifikasi file smb.conf kita harus memeriksa nya dengan testparm untuk memastikan kita sudah atau belum membuat sintaksis dasar.
=> Selanjutnya jika kita lihat setelah kita hit enter kita akan melihat definisi service kita, Dan jika kita lihat disini Bahwa read only = No , Yang berarti kita tidak hanya bisa me-read file nya. Melainkan bisa me write karena pada Opsi Writeable kita aktifkan (yes), Dan juga informasi path serta valid users yang kita gunakan.
=> Selanjutnya masuk pada path yang telah kalian arahkan tadi, Kemudian coba buat file di dalam direktori tersebut.
=> Setelah kita membuat file nya, kemudian kita coba Restart Service dari samba nya.
=> Setelah kita me-restart Service nya kita bisa melihat status dari samba, apakah sudah aktif atau belum. Dengan menggunakan perintah /etc/init.d/samba status.
Verifikasi Client-Server :
=> Untuk di client linux kita membutuhkan satu paket lagi yaitu paket smbclient, Install Paket tersebut dengan perintah sudo apt-get install smbclient-y options -y disini berarti yes.
=> Kemudian kita gunakan perintah smbclient -U (user) //IP Server /[name file sharing], kemudian isi password yang telah kalian buat. Maka kita bisa lihat file filetes yang telah kita buat tadi.
Verifikasi Client-Windows :
=> Pastikan ip server dan client nya dapat terhubung.
=> Untuk client windows kalian bisa klik tombol windows + R kemudian akan muncul tab Run. Selanjutnya kita gunakan \\IP Server\[nama file sharing].
=> Kemudian pastikan ada Tab login. Login dengan User kalian.
=> Maka file yang telah kita buat tadi sudah dapat diakses.
Anonymous User
=> Oke untuk anonymous user kita buat lagi nama file sharing nya. Disini saya akan coba membuat user Anonymous yang tidak memiliki Permissions untuk Write.
=> Kita buat direktori nya sesuai path yang telah kita arahkan diatas. Lalu kita coba buat satu file lagi sebagai percobaan. Disini saya membuat file-anonymous.
=> Selanjutnya kita coba testparm lagi dan pastikan [file sharing name] yang kita buat berhasil dibuat.
=> Dan jika kita liha status nya dia mengizinkan untuk guest.
=> Restart kembali samba nya dan make sure bahwa status nya active running.
Verifikasi Client-Server
=> Untuk pengujian client linux gunakan perintah smbclient -U name file sharing //IP Server/ name file sharing, kemudian make sure bahwa file yang telah kita buat tadi telah berhasil diakses.
Verifikasi Client-Windows
=> Untuk client windows kita bisa membuka tab run lagi kemudian gunakan \\IP Server\file sharing name.
=> Pastikan tidak ada autentikasi untuk login user, Disini kita dapat melihat file yang telah kita buat tadi.
=> Untuk verifikasi Permissions nya kita bisa coba buat file disini, Saya mencoba untuk membuat sebuah file text disini.
=> Dan dapat kita lihat juga disini bahwa Access di Denied, Karena kita tidak memiliki Permissions untuk writeable.
Alhamdulillah ... :)
Mungkin cukup sekian dulu pembahasan dari saya yang kurang ini dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata-kata yang kurang jelas dan dipahami.
SEMOGA BERMANFA'AT ;)
Sekain dan Terima Kasih
Wassalamu'alaikum wr wb.






























Tidak ada komentar:
Posting Komentar